Indonesia menyerap 20% produk pestisida sintesis dunia. Untuk menanggulangi masalah pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh penggunaan pestisida sintesis, masyarakat mengusahakan upaya back to nature, dengan menggunakan pestisida alami. Salah satunya adalah penggunaan Bacillus thuringiensis(bt). Subjek dari artikel ini adalah bakteri Bacillus thuringiensis sedangkan objeknya adalah aktivitas biologis bakteri tersebut terhadap insektisida. Teknik pengumpulan data dari artikel ini adalah kajian pustaka. Bt merupakan bakteri yang hidup saprofit di dalam tanah. Bakteri ini berasal dari golongan Streptobacil. Bagi insecta atau serangga, bakteri ini merupakan makhluk beracun, karena bakteri ini mengeluarkan kristal protein yang menyebabkan usus insekta yang memakan bakteri ini akan mengalami lisis dan akhirnya mati. Bt memiliki beberapa jenis strain, dua diantaranya yang paling populer adalah Kurstaki dan Aizawai. Masing-masing memiliki selektivitas tinggi terhadap insekta, khususnya insekta berordo Lepidoptera. Selain itu strain Israelensis dapat mengendalikan serangga dari ordo Nematocera. Bt sebagai bioinsektisida memiliki banyak keunggulan namun juga punya kelemahan. Salah satu keunggulan bt adalah tidak mencemari lngkungkan,dan kekurangannya adalah waktu hidupnya yang singkat dan hanya bersifat sebagai racun perut.(putu nancy riastini,pemenang I LKTM Intim bidang rekayasa dan kesehatan 2006)
Sent from my phone using trutap
or you can search your products
Get much best product here..
No comments:
Post a Comment