Saturday, December 12, 2015

CIRI-CIRI PANTUN DAN PENJELASAN LENGKAP




CIRI-CIRI PANTUN

1. Satu bait terdiri dari 4 baris

2. Baris 1 dan 2 merupakan sampiran 

3. Baris 3 dan 4 merupakan isi 

4. Satu baris terangkai dari 4 hingga 6 kata

5. Satu bait terdiri dari 8 hingga 12 suku kata

6. Bersajak a-a-a-a atau a-b-a-b



PENJELASAN

Baris pertama dan kedua tersebut adalah sampiran. Fungsinya untuk membentuk rima atau ada.Ciri khas dari sampiran pantun Melayu adalah keterkaitannya dengan alam sekitar. Pada umumnya sampiran tidak memiliki makna khusus. Namun pada pantun-pantun tertentu, sampiran mengandung makna tersembunyi yang berkaitan dengan isi. Baris ke-3 dan ke-4 merupakan isi atau pesan yang ingin disampaikan.  Sebagaimana yang telah disebutkan di atas, dalam satu baris terdiri dari 4 hingga 6 kata. 


 Terbentang luas kebun lada

Petik ladanya ketika temaram 

Setiap baris pada pantun di atas terdiri dari 4 kata. Kita juga bisa menemukan pantun-pantun yang satu barisnya terdiri lebih dari 4 kata. Namun pada umumnya satu baris memang hanya terdiri dari 4 kata. Perhatikan pantun di bawah ini.


 Tak ada guna membuat peti

Kalau tidak diisi beras

Untuk apa disebut lelaki

Kalau malas bekerja keras

Mari kita hitung suku kata dari setiap baris pantun di atas.


 tak-a-da-gu-na-mem-bu-at-pe-ti_____> 10 suku kata

ka-lau-ti-dak-di-i-si-be-ras _________> 9 suku kata

un-tuk-a-pa-di-se-but-le-la-ki _______> 10 suku kata

ka-lau-ma-las-be-ker-ja-ke-ras______> 9 suku kata

Rentang batas suku kata dalam satu baris sebaiknya dari 8 hingga 12 suku kata. Pantun di atas memiliki suku kata dalam rentang tersebut. Bagaimana kalau suku katanya kurang atau lebih dari jumlah tersebut? Akibatnya akan merusak rima atau nada dari pantun tersebut. 

Pantun terdiri dari dua jenis pola, yakni berpola a-a-a-a atau a-b-a-b.

Contoh Pantun Berpola a-a-a-a





Gunung apa di Siantar

Gunung api yang berpijar

Apa tanda murid yang pintar

Murid pintar rajin belajar


Mengapa pantun di atas dikatakan berpola a-a-a-a? Karena suku kata akhirnya sama, yakni bunyi -ar: Siantar, Berpijar, pintar, dan belajar.

Contoh Pantun Berpola a-b-a-b



 Kereta raja sedang ditarik

Raja duduk sambil berpantun 

Apa tanda orang yang baik

Orang baik sifatnya santun


Pantun di atas disebut berpola a-b-a-b. Mengapa? Karena akhiran baris pertama (a) sama dengan akhiran baris ke-3 (a). Bunyi akhir dari baris ke-2 (b), sama dengan bunyi akhir baris ke-4. 

Baris pertama ___> ditarik___ (pola a)
Baris kedua ____> berpantun____(pola b)
Baris ketiga_____> baik______ (pola a)
baris keempat___> santun _____ (pola b)






No comments:

Post a Comment