Perkembangbiakan secara vegetatif adalah proses reproduksi tanaman di mana tanaman baru atau individu baru dibentuk dari bagian vegetatif tanaman yang ada, seperti batang, akar, atau daun. Proses ini tidak melibatkan pembuahan antara sel-sel reproduksi jantan dan betina, seperti pada perkembangbiakan seksual.
Perkembangbiakan secara vegetatif memiliki beberapa keuntungan, seperti mempertahankan karakteristik yang diinginkan dari tanaman induk, menghasilkan individu baru yang identik secara genetik, dan menghasilkan tanaman dengan cepat. Namun, metode ini juga memiliki kelemahan, seperti ketidakberagaman genetik yang dapat mempengaruhi daya tahan terhadap penyakit dan perubahan lingkungan.
Perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif ada 2 yaitu :
1. Vegetatif alami
2. Vegetatif Buatan
A. Perkembangbiakan Tumbuhan secara Vegetatif Alami
Perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif alami adalah proses reproduksi tanaman yang terjadi secara alami di alam tanpa campur tangan manusia. Proses ini melibatkan kemampuan alami tanaman untuk memperbanyak diri melalui bagian vegetatifnya. Beberapa metode perkembangbiakan vegetatif alami antara lain:
Perkembangbiakan tanaman secara vegetatif alami adalah cara berkembang biak tanpa bantuan manusia. Mengutip dari “Buku Ajar Mengenal Perkembangbiakan Tumbuhan dan Hewan”, cara perkembangbiakan ini ada delapan macam, berikut uraiannya.
1. Umbi Batang
Umbi adalah bagian tubuh tanaman baik batang atau akar yang digunakan untuk menyimpan cadangan makanan. Selain itu, untuk beberapa jenis tanaman umbi bisa digunakan untuk perkembangbiakan vegatatif. Biasanya umbi tersebut mengalami pengembangan di dalam tanah. Contohnya pada tanaman kentang. Tanaman ini memiliki batang kecil dan kuncup. Batang tersebut masuk ke dalam tanah. Nantinya batang kentang mengalami modifikasi secara alami supaya bisa digunakan untuk berkembang biak.
Umbi akar adalah perubahan bentuk akar yang mengembang di dalam tanah. Akar digunakan bukan hanya untuk menyerap unsur hara, namun juga bermanfaat untuk menyimpan cadangan makanan. Sehingga saat tanaman dicabut, akar memiliki bentuk yang lebih panjang dan besar. Akar inilah yang menghasilkan buah dan calon individu baru. Tanaman yang berkembang biak secara vegetatif alami ini antara lain; wortel, singkong, dan lobak.
4. Akar Tinggal
Cara perkembangbiakan vegetatif alami lainnya yaitu dengan menggunakan tunas. Contoh perkembangbiakan dengan cara ini bisa dilihat pada pohon pisang. Saat pohon pisang sudah besar, biasanya di samping pohon tersebut akan muncul pohon pisang yang ukurannya lebih kecil. Pohon pisang kecil itulah yang disebut dengan tunas. Uniknya, tunas pisang tersebut sudah bisa mencukupi kebutuhan hidupnya, artinya saat tunas muncul sudah tidak bergantung lagi dengan induknya. Jadi ketika induk tunas mati atau sengaja ditebang, tunas tersebut tidak akan ikut mati. Hal serupa juga terjadi di tanaman bambu, tebu, dan aglonema.
6. Tunas Adventif
Contoh perkembangbiakan vegetatif lainnya yaitu dengan cara stolon atau geragih. Stolon adalah cara berkembang biak pada tumbuhan dengan batang kecil yang menjalar di atas permukaan tanah dan buahnya ada di ujung batang tersebut. Tanaman yang berkembang biak dengan cara stolon antara lain; tanaman strawberry, rumpit teki, arbei, dan pegagang.
8. Spora
Perkembangbiakan vegetatif alami memungkinkan tanaman untuk memperbanyak diri tanpa bantuan manusia. Tanaman baru yang terbentuk melalui perkembangbiakan vegetatif alami umumnya memiliki genetik yang sama dengan tanaman induknya. Proses ini sering terjadi di alam ketika bagian tanaman yang terpisah secara alami terjatuh ke tanah dan berkembang menjadi individu baru. Perkembangbiakan vegetatif alami berperan penting dalam mempertahankan populasi tanaman dan menjaga keragaman hayati.
B. Perkembangbiakan Tumbuhan secara Vegetatif Buatan
Perkembangbiakan vegetatif adalah cara berkembang biak tanaman tanpa proses penyerbukan atau perkawinan dan proses tersebut dilakukan dengan bantuan manusia. Perkembangbiakan tanaman dengan cara ini bertujuan untuk memperoleh individu baru yang unggul, cepat berbuah, rasanya buah sesuai dengan yang diinginkan, dan tahan terhadap penyakit.
1. Mencangkok
Mencangkok adalah perkembangbiakan vegetatif dengan cara mengupas ranting pohon yang sudah besar sampai terlihat kambiumnya. Bagian kambium kemudian diutup tanah, humus, dan terakhir dilapisi plastik kemudian diikat. Kegiatan mencangkok bertujuan untuk menghasilkan tanaman baru yang bisa berbuah dengan cepat. Beberapa keuntungan yang akan didapatkan dari cara perkembangbiakan ini yaitu: Tanaman cepat berbuah. Tanaman yang dihasilkan memiliki sifat yang sama seperti induknya. Pohon yang tumbuh tidak terlalu tinggi. Namun perlu diingat bahwa tidak semua tanaman bisa dicangkok. Hanya tanaman berkambium yang bisa dicangkok. Adapun kekurangan dari cara perkembangbiakan ini antara lain: Pohon mudah roboh atau tumbang. Tanaman tidak berumur panjang.
2. Stek
Stek adalah perkembangbiakan dengan cara memotong bagian tubuh tanaman untuk ditanam sehingga menghasilkan tanaman baru. Stek ada 2 yaitu :.
a. Stek Batang Stek batang adalah perkembangbiakan dengan cara memotong batang tanaman yang sudah dewasa. Lalu hasil potongan tersebut ditanam kembali sampai menghasilkan tanaman baru. Stek batang biasanya dilakukan pada tanaman singkong dan tebu.
b. Stek Daun Jenis stek lainnya yaitu stek daun. Perkembangbiakan vegetatif buatan ini dilakukan dengan cara memotong daun yang sudah dewasa. Kemudian daun tersebut yang nantinya akan ditanam untuk menghasilkan tanaman baru. Contoh tanaman ditanam dengan cara ini yaitu tanaman hias lidah mertua dan begonia.
3. Merunduk
Perkembangbiakan vegetatif buatan selanjutnya yaitu merunduk. Perkembangbiakan ini terjadi pada tanaman yang memiliki batang menjulur, lentur, dan dekat dengan tanah. Merunduk bisa dilakukan dengan cara salah satu ranting dibengkokan sampai ke tanah, lalu ditimbun dengan tanah. Penimbunan dengan tanah tidak perlu dilakukan sampai seluruh batang tertutupi tanah, sisakan bagian ujung batang agar muncul dipermukaan tanah. Tunggu beberapa hari sampai ranting yang menempel ke tanah tumbuh tunas. Setelah itu, tunas tersebut akan membentuk individu baru dan membentuk bagian tanaman lain seperti batang, daun, hingga buah Contoh tanaman yang berkembang biak dengan cara ini yaitu anggur, arebi, apel, alamanda, dan lain sebagainya.
4. Menyambung
Cara perkembangbiakan vegetatif buatan yang terakhir yaitu menyambung. Perkembangbiakan ini dilakukan dengan cara menggabungkan tanaman menjadi satu sehingga bisa menghasilkan individu baru. Menyambung dilakukan dengan tujuan menggabungkan sifat tanaman sehingga menghasilkan tanaman unggul sesuai dengan keinginan. Namun perlu diketahui bahwa tidak semua tanaman bisa disambung. Hanya tanaman berkambium dan berbatang keras saja yang bisa disambung. cara menyambung tanaman yaitu.
a. Sambung Pucuk Sambung pucuk adalah teknik penyambungan batang atas dengan bawah yang nantinya akan menghasilkan tanaman baru. Teknik ini sambung ini biasa dilakukan pada tanaman hortikultura.
b. Lateral Grafting Cara menyambung ini yaitu dengan menghubungkan batang atas sepanjang batang bawah. Pada sisi batang bawah dilakukan penyayatan batang namun sayatan tersebut tetap dibiarkan melekat pada batang, sehingga akan menghasilkan celahan. Sementara itu bagian entres atau batang atas dipotong menyesuaikan bentuk sayatan batang bawah. Entres kemudian disispkan pada celah batang bawah.

No comments:
Post a Comment